Tuesday, April 19, 2016

Cerita Fabel Bahasa Inggris dengan Intisari, Translate, serta Makna (Bahasa Inggris)


Cerita Fabel Bahasa Inggris dengan Intisari, Translate, serta Makna (Bahasa Inggris)
Cerita Fabel Bahasa Inggris dengan Intisari, Translate, serta Makna (Bahasa Inggris)
Cerita fabel merupakan, suatu karya sastra cerita yang mengisahkan tentang kehidupan binatang yang seolah-olah seperti manusia. Kali ini Pustaka Angga akan mempublish Cerita Fabel Bahasa Inggris yang berjudul "The Freedom Of Ants" legkap dengan Intisari, Translate/Terjemahan, serta Makna kisah, sebagai berikut :
1. INTISARI

BAHASA INDONESIA
Cerita yang berjudul “Kemerdekaan Semut” mengisahkan tentang perbudakan sekelompok semut oleh para belalang. Semut menjadi budak para belalang dalam mencaari makan, tetapi terdapat 2 ekor semut yang sangat pemberani, dan memiliki keahliannya masing-masing. Dengan pimpinan 2 ekor semut ini kelompok/kerajaan semut berhasil mengalahkan kerajaan belalang. Akhir kisah kerajaan semut hidup sejahtera dan damai.

BAHASA INGGRIS
The story, entitled "The Freedom of Ants" tells the story of slavery group of ants by the locusts. Ants become slaves of the grasshopper mencaari eat, but there are two ants were very brave, and have their respective expertise. With the leadership of these two groups of ants / ant kingdom defeated the kingdom of locusts. End of the story of the kingdom of ants live in prosperity and peace.

2. DALAM BAHASA INGGRIS
THE FREEDOM OF ANTS
Ants are very small animals and often got the oppression by the animals which are greater than them. One of the animals that colonize the ants was grasshoppers. Every day they ordered the ants to find food and collect it. When the food was collected, then a locust took the food and put it in the nest. Every day the ants were given the job and had to work without stopping. Many ants had died because of the exhaustion at work and that condition always continued. In the ants’ colony, there were two ants which were very brave and always plotted a rebellion. The two ants named Riandi and Anggara. They invited others to subvert the power possessed by the locusts. However, no ant dared to unite and overthrew the power of locusts. Most ants thought that the condition was a destiny and a willing of God which should be received. Riandi and Anggara never gave up and kept trying to get a lot of members in order to destroy the colony owned by the locusts. One day, the king’s son died because of running the food out. Each food was given entirely to the locust, so the young king died by starvation. This happening realized the ants that they had to fight and led their own nation. Anggara Riandi and serve as the leader of the rebellion. Ant Riandi is very expert in making weapons while Anggara is an expert in creating ant war strategy. Several weeks later, Riandi has managed to make hundreds of weapons without being noticed by the locusts. Meanwhile, Anggara and all ants have agreed that they will attack the headquarters of the grasshopper when the evening. Before the army ants supplied by arms, they soon moved to the headquarters of locusts through existing tunnels underground. When they arrived, Anggara immediately gave orders for the ants were divided into 10 groups and dispersed to every corner. They then came out of the tunnel through the holes dug. After all the soldiers out of the tunnel, then they fired weapons into the bodies of each grasshopper. In less than ten seconds, many locusts are dying due to exposure to the toxins produced by these weapons. The attack carried out continuously for one night, and the next day, the ants have won the fight. They returned home with a sense of joy because it had been free from colonization by locusts. Meanwhile, Riandi and Anggara appointed as the new king. Ants lived happily and peacefully because of their brave

3. DALAM BAHASA INDONESIA
Kemerdekaan Semut
Semut adalah hewan yang sangat kecil dan seringkali mendapatkan penindasan dari hewanhewan yang lebih besar. Salah satu hewan yang menjajah semut adalah belalang. Setiap hari mereka memerintahkan semut untuk mencari makanan dan mengumpulkannya. Ketika makanan sudah terkumpul, maka belalang mengambil makanan tersebut dan menaruhnya di sarang mereka. Setiap hari semut diberikan tugas tersebut dan harus bekerja tanpa berhenti. Sudah banyak semut yang mati karena kelelahan bekerja namun keadaan ini terus berlanjut. Dari keseluruhan semut tersebut, ada dua ekor semut yang sangat berani dan selalu merencanakan pemberontakan. Dua semut tersebut bernama Riandi dan Anggara. Mereka mengajak semut yang lain untuk menumbangkan kekuasaan yang dimiliki oleh belalang. Namun, tidak ada yang berani untuk bersatu dan menumbangkan kekuasaan belalang. Kebanyakan semut berpikir bahwa penjajahan yang sedang terjadi merupakan takdir dan merupakan kehendak dari Tuhan yang harus mereka terima. Riandi dan Anggara tidak pernah menyerah dan terus berusaha untuk mendapatkan banyak teman dalam rangka menghancurkan koloni yang dimiliki oleh belalang. Pada suatu hari, anak raja semut meninggal dunia karena kehabisan makanan. Makanan yang ada sudah diberikan seluruhnya pada belalang sehingga anak sang raja meninggal karena kelaparan. Peristiwa tersebut menyadarkan para semut bahwa mereka harus melawan dan memimpin bangsa mereka sendiri. Riandi dan Anggara dijadikan sebagai pemimpin pemberontakan. Riandi adalah semut yang sangat ahli dalam membuat senjata sementara Anggara adalah semut yang ahli dalam menciptakan strategi perang. Beberapa minggu kemudian, Riandi telah berhasil membuat ratusan senjata tanpa diketahui oleh belalang. Sementara itu, Anggara dan semua semut telah sepakat bahwa mereka akan menyerang markas besar belalang ketika malam hari. Sebelum tentara semut dibekali oleh senjata, mereka segera bergerak ke markas belalang melalui terowongan-terowongan yang ada di bawah tanah. Ketika mereka sampai, Anggara segera memberikan perintah agar semut dibagi menjadi 10 kelompok dan berpencar ke setiap sudut. Mereka kemudian keluar dari terowongan tersebut lewat lubang-lubang yang digali. Setelah semua tentara keluar dari terowongan, maka mereka menembakkan senjata tersebut ke tubuh-tubuh setiap belalang. Dalam waktu kurang dari sepuluh detik, sudah banyak belalang yang mati karena terkena racun yang dihasilkan oleh senjata tersebut. Penyerangan dilakukan secara terus-menerus selama satu malam, dan pada esok hari, semut telah memenangkan pertarungan. Mereka kembali ke rumah dengan rasa gembira karena telah terbebas dari penjajahan yang dilakukan oleh belalang. Sementara itu, Riandi dan Anggara diangkat sebagai raja yang baru. Semut hidup bahagia dan damai karena tindakan mereka yang berani.

4. MAKNA CERITA
BAHASA INDONESIA
      Janganlah sesekali mencoba untuk memperbudak seseorang yang dianggap lemah, karena orang yang lemah akan jauh lebih kuat ketika mereka merasakan penindasan. Dan tetaplah berjuang demi menuju kemenangan.

BAHASA INGGRIS
Do not occasionally trying to enslave someone who is considered weak, because of the weak will be much stronger when they feel the oppression. And keep fighting for to victory.

Sekian Posting kami mengenai “CeritaFabel Bahasa Inggris dengan Intisari, Translate, serta Makna (Bahasa Inggris) " apabla ada kesalahan dalam penulisan kami memohon maaaf yang sebesar-besarnya. Semoga dapat bermamfaat.
Comments
0 Comments

No comments :

Post a Comment

Script Histats disini / Script Lainnya